Khidmat HUT ke-80 RI di PTA Samarinda, Pengabdian 30 Tahun Diganjar Satyalancana

Wakil Ketua PTA Samarinda, YM. Drs. Rd. Mahbub Tobri, M.H., sebagai inspektur upacara bersama Komandan Upacara, Yusticia Herlambang, S.Sos., pada peringatan HUT ke-80 RI di PTA Samarinda.
Samarinda – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan depan kantor PTA Samarinda pada Senin (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pimpinan, hakim tinggi, hakim pengadilan agama serta seluruh pegawai.
Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PTA Samarinda, YM. Drs. Rd. Mahbub Tobri, M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Seluruh rangkaian berjalan tertib sesuai tata upacara kenegaraan, mulai dari pengibaran bendera merah putih hingga pembacaan doa.
Momen penting dalam rangkaian kegiatan ini adalah penganugerahanSatyalancana Karya Satya XXX Tahun 2025 kepada Hakim Pengadilan Agama Samarinda, Ibu Dra. Hj. Medang. Tanda kehormatan yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian selama 30 tahun. Penghargaan tersebut diterima sebagai simbol dedikasi panjang dalam menegakkan keadilan di lingkungan peradilan agama.

Hakim Pengadilan Agama Samarinda, Dra. Hj. Medang, menerima Satyalancana Karya Satya XXX Tahun 2025 sebagai apresiasi atas pengabdian tiga dekade di peradilan agama.
Sebagai penutup, digelar prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Potongan pertama diserahkan oleh Wakil Ketua PTA Samarinda kepada Hakim Tinggi tertua PTA Samarinda, YM. Drs. H. Muflikh Noor, S.H., M.H. Potongan berikutnya diberikan kepada Wakil Ketua Hakim Pengadilan Agama Samarinda, YM. Rukayah, S.Ag., M.H., serta pegawai termuda di PTA Samarinda, Karisma Lailatul Yusfa, A.Md.
Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di PTA Samarinda ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara aparatur peradilan agama. Acara sederhana tersebut memberi makna bahwa pengabdian panjang maupun semangat generasi muda sama-sama menjadi bagian penting dalam perjalanan institusi peradilan agama di Samarinda. (hfy)
