Hakim Dan Panitera PA Tenggarong Mengikuti Bimbingan Teknis Secara Online [23/04/2021]

banner ptaa

 

on . Hits: 96

Hakim Dan Panitera PA Tenggarong Mengikuti Bimbingan Teknis Secara Online

pic patgr 23042021 1

Tenggarong | www.pa-tenggarong.go.id

Jum’at (23/04/2021) para hakim dan panitera Pengadilan Agama (PA) Tenggarong mengikuti Bimbingan Teknis Kompetensi Tenaga Teknis Secara Daring (Online). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1242/DjA.2/HM.00/4/2021, tanggal 15 April 2021. PA Tenggarong mengikuti kegiatan ini secara virtual melalui chanel youtube resmi Badilag (dokinfo badilag)

Kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan dan kajian rutin yang dilakukan Badilag, dan pada kali ini mengundang seluruh tenaga teknis di peradilan agama baik tingkat banding maupun tingkan pertama, khususnya para hakim dan panitera. Kegiatan yang dilakukan secara daring ini membahas perihal “Permasalahan Permohonan Dispensasi Kawin dan Hadonah tahap I”, dengan narasumber Hakim Agung Yang Mulia Dr. H. Busra, S.H.,M.H (Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI).

Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Badilag Mahmakah Agung RI, Dr. Drs. Aco Nur, S.H.,M.H. “Tujuan dari kegiatan rutin ini untuk meningkatkan kemampuan hakim dan panitera di seluruh wilayah peradilan agama di Indonesia dalam bidang teknis. Karena hal tersebut dapat memberikan efek putusan yang diberikan hakim dapat memberikan nilai kepastian dan manfaat. Selain itu agar hakim dan penitera pengadilan agama seluruh Indonesia mampu mengimplementasi teknis-teknis yang diberikan, peraturan maupun pengalaman yang diberikan hakim agung dapat diteripkan dan menjadi putusan tersebut berkualitas. Untuk memberikan keadilan bagi para pencari keadilan sesuai dengan misi Mahkamah Agung RI”. Ucap Dirjen Badilag MA-RI.

pic patgr 23042021 2
pic patgr 23042021 3 pic patgr 23042021 4

Sebagaimana perihal dalam surat badilag, kegiatan ini membahas mengenai “Permasalahan Permohonan Dispensasi Kawin dan Hadonah”. Terutama setelah naiknya batas usia perkawinan menjadi 19 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Ketentuan ini mengakibatkan peningkatan perkara Dispensasi Kawin pada tahun 2020 dengan jumlah 64.196, sedangkan pada tahun 2019 hanya berjumlah 24.864. hal ini berdasarkan data laporan perkara di Badilag.

Ada dua hal menarik yang disampaikan dalam pembahasan kali ini yaitu pertama, hakim dan pengadilan berada diantara dua poros yang saling tarik menarik antara pengawal undang-undangan untuk mempertimbangakan kemaslahatan umum dan juga sekaligus poros kepentingan secara khusus dari pihak berperkara, disinilah hakim harus berperan penting dalam mempertimbangkan yang terbaik bagi anak. Kedua, pengadilan wajib membantu para pihak dalam mengatasi seluruh hambatan yang muncul dalam proses berperkara, ini merupakan asas yang sangat penting. Karena tidak semua permasalahan dibahas dalam perundang-undangan.

Kegiatan ini pun berjalan dengan baik, terutama melihat antusiasme dari para peserta yang menyampaikan saran dan permasalahan serta saling bertukar pendapat perihal permasalahan dispensasi kawin yang terjadi satker masing-masing. Para peserta pun berharap agar kegiatan rutin ini akan berjalan sebagaimana mestinya tanda ada hambatan. (RI/Tgr)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

icons8 facebook old 48icons8 instagram 48icons8 youtube squared 48icons8 address 48icons8 whatsapp 48