banner ptaa

 

Ditulis oleh superadmin on . Dilihat: 404

Rombongan PTA Samarinda Kunjungi Kerajaan Gunung Tabur di Berau

 

Memanfaatkan waktu saat kunjungan ke PA Tanjung Redep Kabupaten Berau, rombongan Hakim Tinggi PTA Samarinda menyempatkan mengunjungi kerajaan Gunung Tabur di Berau Kalimantan Timur, Jum’at, 19/9/2025. Kunjungan ini telah diagendakan sebelumnya dipimpin oleh Ketua PTA Samarinda, Dr. H. Mame Sadafal, MH., akan tetapi karena ada agenda mendadak, bersama Bupati Berau, maka kunjungan di kerajaan yang bersejarah ini tanpa dibersamai Ketua PTA Samarinda. Meskipun demikian, kunjungan dari rombongan PTA Samarinda ini tetap berlangsung cukup khidmat.

Begitu turun dari mobil, rombongan disambut hangat oleh Sultan Gunung Tabur Paduka Yang Mulia (PYM) Adjie Raden Muhammad Bakrun bersama beberapa kerabat kraton. “Selamat datang di Kerajaan Kesultanan Gunung Tabur, atas nama kesultanan Gunung Tabur saya sampaikan banyak terimakasih”. Dijelaskannya, bahwa istana Kerajaan Gunung Batur ini, saat ini telah dijadikan museum, bernama Museum Batiwakkal Gunung Tabur.

Web1 22.09.25

Rombongan Hakim Tinggi PTA Samarinda disambut oleh Sultan Gunung Tabur  Paduka Yang Mulia (PYM) Adjie Raden Muhammad Bakrun

 

Pada kesempatan kunjungan ini, dipandu oleh seorang pemandu wisata, Aji Suhaidi, yang tiada lain adalah juga kerabat kesultanan Gunung Batur juga, sehingga mengetahui persis tentang sejarah asal-usul kerajaan Gunung Batur.

Aji Suhaidi menjelaskan bahwa Pemisahan Kesultanan Berau menghasilkan dua kesultanan yang baru, yaitu Kesultanan Sambaliung dan juga Kesultanan Gunung Tabur. Dijelaskannya, bahwa penyebab adanya pemisahan ini adalah karena Kesultanan Berau dipecah pada awal abad ke-19, kemungkinan karena perpecahan internal atau politik adu domba oleh Belanda. Letak dari dua kesultanan tersebut berdekatan, hanya dipisah Sungai Segah yang mana sungai ini dijadikan sebagai sebuah pembatas dari dua kesultanan tersebut. Kesultanan di Gunung Tabur berbatasan dengan Kesultanan Bulungan (Utara), Kesultanan Sambaliung (Barat dan Selatan), dan juga Laut Sulawesi (Timur).

Web2 22.09.25

Foto: Silsilah Raja-raja Berau

 

Kesultanan tersebut merupakan sebuah kerajaan besar yang wilayah kekuasaannya meliputi hampir setengah Pulau Kalimantan, dan juga bahkan hingga ke batas negara Brunei Darussalam. Selama perang dunia ke 2 tahun 1945, Istana Gunung Tabur pernah dibom sekutu hingga tak ada lagi bagian dari istana tersebut yang tersisa. Kemudian pada tahun 1990, Istana tersebut akhirnya dibangun kembali serta dijadikan museum yang namanya yaitu Museum Batiwakkal, yang berarti Bertawakkal. Museum ini diresmikan di tahun 1992.

Web3 22.09.25

Foto : Rombongan PTA Samarinda menerima cinderamata berupa plakat dari Sultan Gunung Tabur

 

Museum Batiwakkal sudah tidak menjadi sebuah tempat tinggal lagi, kini menjadi salah satu museum bersejarah di Gunung Tabur dan di dalamnya menyimpan banyak sekali beragam peninggalan sejarah di daerah tersebut. Masyarakat sekitar selalu mengupayakan untuk tetap melestarikan peninggalan bersejarah tersebut.

Web4 22.09.25

Foto Bersama di depan pintu gerbang Museum Batiwakkal, usai kunjungan di Kesultanan Gunung Batur

 

Benda-benda peninggalan sejarahnya masih cukup lengkap, bahkan masih terdapat singgasana raja, dispenser dari keramik, dan lain-lain tersimpan di sini. Pengunjung dapat sesekali datang ke museum ini untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Gunung Tabur. Itulah sedikit informasi tentang sejarah Berau, khususnya tentang kesultanan di Gunung Tabur. (eMDe)

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

icons8 facebook old 48icons8 instagram 48icons8 youtube squared 48icons8 address 48icons8 whatsapp 48icons8 twitter 48