PTA Samarinda Gelar DDTK Penulisan Berita,Tekankan Disiplin EYD dan Ketelitian Bahasa
Samarinda — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda gelar Diklat di Tempat Kerja (DDTK) bagi tim penulis berita, Rabu (3/9), di ruang Command Center. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Drs. Rusliansyah, S.H. dan Drs. Muhammad Dihan, M.H sebagai koordinator. Materi utamanya adalah peningkatan keterampilan penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik dan aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Drs. Muhamad Dihan, M.H. (kiri) dan Drs. Rusliansyah, S.H. (kanan) saat memberikan materi Diklat di Tempat Kerja (DDTK) penulisan berita bagi tim penulis PTA Samarinda
Peserta kegiatan terdiri dari tim penulis berita PTA Samarinda yang bertugas menyusun dan mempublikasikan kegiatan lembaga. Mereka dibekali pemahaman teknis tentang penulisan berita, mulai dari struktur piramida terbalik, dan kelengkapan unsur 5W+1H. Dihan juga menyebut pentingnya konsistensi penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dalam naskah.
Senada dengan Dihan, Rusliansyah juga mengingatkan bahwa keterampilan menulis berita bukan hanya tanggung jawab tim tertentu, tetapi harus dikuasai lebih banyak pegawai. “Ke depan, kami harap seluruh tim bisa ikut, termasuk tim media sosial, supaya standar penulisan di semua media informasi PTA Samarinda lebih seragam,” ujarnya.
Dihan menyoroti kesalahan-kesalahan teknis dalam penulisan yang kerap ditemui, terutama terkait penggunaan kata depan ‘di’. Menurutnya, hal kecil semacam itu sering dianggap remeh, padahal sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kredibilitas berita. “Masih banyak yang keliru menulis di sebagai kata depan. Misalnya, di ruang harus dipisah, bukan disambung. Hal-hal kecil seperti ini menentukan kualitas sebuah berita, dan menjadi indikasi kualitas tata bahasa penuilisnya” jelasnya.
Kegiatan DDTK ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi sesi praktik. Peserta diminta membuat naskah berita singkat berdasarkan kegiatan tersebut untuk kemudian diunggah. Dari sesi tersebut, terlihat peserta berusaha menerapkan materi, mulai dari penggunaan kalimat aktif, pemilihan diksi sederhana, hingga ketepatan struktur berita.

Peserta DDTK penulisan berita di Command Center PTA Samarinda tampak antusias mengikuti materi penulisan yang disampaikan narasumber.
Selain itu, narasumber asal Balikpapan ini juga memberi masukan langsung terkait gaya bahasa. Mereka menekankan bahwa berita di lingkungan peradilan harus bersifat faktual, lugas, dan bebas dari opini pribadi. Bahasa jurnalistik yang ringkas, sederhana, dan padat informasi menjadi kunci agar publik dapat menerima informasi secara jelas.
Melalui pelatihan ini, PTA Samarinda menargetkan adanya peningkatan kualitas publikasi di seluruh kanal resmi, khususnya website. Informasi yang dipublikasikan diharapkan lebih profesional, konsisten, dan sesuai dengan standar jurnalistik.
DDTK penulisan berita ini menjadi bagian dari komitmen PTA Samarinda untuk terus membekali pegawai dengan keterampilan komunikasi publik. Dengan bekal ini, tim penulis diharapkan mampu menghasilkan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, tertib bahasa, dan mencerminkan profesionalisme lembaga peradilan agama.(hfy)
