PEMBINAAN PENGADILAN TINGGI AGAMA SAMARINDA: "UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PERADILAN AGAMA DI KALIMANTAN TIMUR"

PTA SAMARINDA - Dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan di lingkungan Peradilan Agama, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda menggelar acara pembinaan pada Selasa (13/08) yang dihadiri oleh para Hakim Tinggi PTA Samarinda, Ketua, dan Panitera Pengadilan Agama se-Kalimantan Timur.
Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Ketua PTA Samarinda, YM Bapak H. Helminizami, S.H., M.H., yang dalam pidatonya menekankan pentingnya evaluasi sebagai wujud peningkatan kualitas kinerja dalam penyelesaian perkara. Beliau menyampaikan bahwa evaluasi yang berkesinambungan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap elemen di dalam peradilan bekerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, serta untuk mengidentifikasi dan memperbaiki aspek-aspek yang masih memerlukan peningkatan.
"Evaluasi bukan hanya sebagai alat pengukur kinerja, tetapi juga sebagai kompas untuk menentukan arah perbaikan yang tepat sehingga proses peradilan dapat berjalan lebih efektif dan efisien," ujar H. Helminizami.
Lebih lanjut, H. Helminizami menegaskan bahwa peningkatan kualitas kinerja ini harus dimulai dari kesadaran setiap aparatur peradilan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru. Hal ini penting agar Pengadilan Agama dapat memberikan pelayanan yang responsif terhadap perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan sebagai kebijakan regulasi dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Foto sebelah kiri : Bapak Drs. H. Karmin, M.H., Foto Tengah : Ketua PTA Samarinda, Foto Sebelah Kanan : Wakil Ketua PTA Samarinda
Selanjutnya, Wakil Ketua PTA Samarinda, Ibu Dra. Hj. Muhayah, S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh aparatur peradilan harus bekerja sama secara sinergis untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin dalam kinerja sehari-hari, sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradilan yang lebih responsif dan profesional. Dari aspek ini, kolaborasi dan kordinasi kepemimpinan peradilan yang baik sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan peradilan. Jadi, jelas Muhayah, antara Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris maupun Panitera harus saling mensupport setiap kegiatan lembaga.
Selain itu, tambah Muhayah, yang saat ini sebagai kandidat Hakim Agung, yang jauh lebih penting adalah aspek “Perilaku”. Karena dari aspek perilaku dari seluruh aparatur peradilan inilah yang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga peradilan ini, pungkasnya.
Selain arahan dari pimpinan PTA Samarinda, acara ini juga diisi dengan penyampaian materi oleh Hakim Tinggi PTA Samarinda, Drs. H. Karmin, M.H. dengan materi yang dibawakan berfokus pada "E-Court dan E-Litigasi serta Permasalahan yang Dihadapinya", yang menjadi isu penting dalam upaya modernisasi peradilan di Indonesia. Sesi ini diikuti dengan diskusi interaktif, di mana peserta berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi sistem peradilan elektronik, yang intinya setiap perkara e-court harus diperiksa secara e-litigasi.
Acara pembinaan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta yang ditandai dengan sesi tanya jawab. Sebagai penutup, seluruh peserta acara berfoto bersama, mengabadikan momen kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kinerja peradilan agama di Kalimantan Timur. (dmy)

