PEMBINAAN MENTAL DENGAN TEMA: MENILIK HIKMAH ISRO’ MI’ROJ
Samarinda | 06 Desember 2021
Pengadilan Tinggi Agama Samarinda secara konsisten melakukan perubahan pola pikir dan budaya kerja melalui kegiatan pembinaan mental dan amanat apel yang dilakukan secara bergantian oleh Ketua, Wakil Ketua dan para Hakim Tinggi. Untuk kegiatan apel pagi ini, bertindak sebagai Pembina apel adalah bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Dr. Hamdani, S., S.H., M.H.I. Beliau mengamanatkan agar semua tetap bekerja dengan maksimal guna meraih prestasi terbaik.
Setelah Apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan mental dan sebagai penceramah pada hari Senin 6 Desember 2021 adalah salah seorang Hakim Tinggi Drs. H. Jojo Suharjo.

Peristiwa Isro’ dan Mi’roj diabadikan oleh Allah dalam Surat Al-isro ‘ ayat :1
سبحان الذي اسري بعبده ليلا منالمسجد الحرام الي المسجد الاقصا الذي باركنا حوله لنريه من اياتنا انه هو السميع البصير
Artinya :
Maha suci Tuhan yang menjalankan hambaNya pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekkah) sampai ke Masjidil Aqsha (Baitul makdis) yang telah kami berkati di sekelilingnya, supaya kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran kami, sesungguhnya Allah maha mendengar dan melihat. (Q.S.Al-irsa’ : 1)
Dan mengenai pristiwa Mi’roj diabadikan dalam surat An-Najm ayat : 13-18
ولقد راه نزلة اخري . عند سدرة المنتهي . عندها جنة الماْوي. اذ يغشي السدرة ما يغشي . ما زاغ البصر وما طغي . ولقد راْي من اْيات ربه الكبري
Artinya :
Sesungguhnya (Muhammad) telah melihat (Jibril) pada waktu yang lain. Dekat pohon Teratai yang tak dapat di lampaui (Sidratul Muntaha). Di Dekat itu ada taman sorga tempat tinggal.
Ketika pohon Teratai itu ditutupi oleh sesuatu yang menutupinya. Tidaklah penglihatan (Muhammad) menyimpang dan tidak pula melampaui.
Sesungguhnya (Muhammad) telah melihat tanda-tanda yang amat besar dari Tuhannya.
Intinya dalam peristiwa Isro' dan Mi'roj, Nabi Muhammad SAW menerima perintah Sholat lima waktu, maka selanjutnya penceramah mengajak istiqomah dalam melaksanakan sholat lima waktu, karena sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Oleh karena itu bisa dipastikan kalau seseorang sholatnya sudah benar, maka orang tersebut bukanlah ahli maksiat.

Acara dilanjutkan dengan arahan dari Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda mengenai hal-hal berikut:
- Apa yang disampaikan oleh Penceramah, hendaknya dihayati dan diamalkan walaupun dengan Bahasa yang santai dan humor, namun tetap sarat dengan materi yang berguna.
- Bapak Waka menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kontingen PTWP PTA Samarinda dalam ajang perebutan piala KMA-Cup. Tim Ganda Putri berhasil meraih Juara II dan permainan dari Tim Ganda Putra juga telah berhasil memberikan penampilan terbaiknya;
- Karena sekarang sudah bulan Desember, maka perlu di cek tugas-tugas akhir tahun, apa saja yang sudah selesai dan apa yang belum.
- Mengenai laporan tindak lanjut hasil pengawasan masing-masing daerah, diharapkan untuk melakukan cross check untuk disampaikan kepada Waka selaku koordinator pengawasan.
- Mengenai pengawasan bidang, untuk pelayanan publik belum dilakukan pengawasan karena tidak ada surat tugas
- Keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Samarinda selalu kompak, harmonis dan rukun sehingga dapat bekerja secara optimal.
