PEMBINAAN MENTAL DENGAN TEMA: RASULULLAH IDOLA YANG SEMPURNA
Samarinda | 15 Nopember 2021
Pengadilan Tinggi Agama Samarinda secara konsisten melakukan perubahan pola pikir dan budaya kerja melalui kegiatan pembinaan mental dan amanat apel yang dilakukan secara bergantian oleh Ketua, Wakil Ketua dan para hakim Tinggi.
Walaupun pagi ini Samarinda diguyur hujan, namun kegiatan Apel dan pembinaan mental tetap dilaksanakan. Kegiatan Apel di laksanakan di halaman depan/ di teras untuk menghindari hujan, sedangkan pembinaan mental dilakukan di Aula utama sebagaimana biasanya.
Sebagai Pembina apel dan penceramah pada hari Senin 13 Nopember 2021 adalah salah seorang Hakim Tinggi senior yang telah lulus dalam seleksi sebagai Wakil PTA beberapa waktu yang lalu yakni Drs. Wahyudi,S.H.,M.H.

Beliau mengawali ceramahnya dengan pantun:
Anak gadis pandai menari
Datang si Bujang hendak melamar
Setiap Senin pagi acara mengaji
Bila dapat giliran masih juga gemetar
Si Bujang bujur membawa roti
Disambut ramah calon mertua
Dengan bertasyakkur kita awali acara ini. Berharap rahmah dan berkah dari Allah SWT.
Selanjutnya penceramah menyampaikan materi pembinaan hari ini antara lain:
Mickel Hart telah menempatkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai orang nomor 1 tokoh dunia yang berpengaruh. Ketika ditanya Mickel Hart menyampaikan alasannya melalui dua obyek penelitian yakni dalam kegiatan Sholat dan Jihad. Ummat Muhammad SAW begitu taat dan kompak dalam pelaksanaan sholat dan begitu besar pengaruh ajaran Rasulullah SAW kepada ummatnya, padahal waktu dakwahnya sangat singkat dan yang kedua keberanian ummatnya dalam berjihad.
Ada dua bekal yang harus diyakini terkait Rasulullah, sehingga Rasulullah Muhammad SAW pantas sebagai idola:
- Apa yang dibawa Rosululloh adalah wahyu
- Konsistensi antara yang diucapkan dengan apa yang dilakukan
Bagaimana dengan idola anak-anak kita sekarang? Selebritis yang menjadi idola dan yang diidolakan adalah tampilannya, bukan akhlaqnya. Oleh karena itu kita harus control persoalan ini, agar anak-anak kita kembali pada idola yang benar.
Bagaimana kita sebagai orang tua patut menjadi contoh buat anak-anak kita, maka tidak ada panduan lain selain menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai contoh.
Selanjutnya penceramah mengajak hadirin berusaha menjadi contoh, karena setiap diri adalah pemimpin, minimal untuk diri sendiri.

Acara dilanjutkan arahan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda mengenai hal-hal berikut:
- Alhamdulillah PTA Samarinda masuk satker yang menjadi sampling dalam penilaian pembangunan Zona Integritas, pastikan aliran listrik dan internet dapat terhindar dari kendala sekecil apapun;
- Bapak Waka selaku Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas menyampaikan beberapa hal yang harus disiapkan terkait Desk Evaluasi PTA Samarinda, semua koordinator area diharapkan dapat memahami apa saja yang telah dicapai dari pembangunan Zona Integritas;
- Semua diharapkan menguasai bahan yang ada, sehingga pertanyaan nanti bisa dijawab dengan baik dan lancar dan tidak hanya oleh Ketua;
Dalam kesempatan ini juga kembali ditayangkan video profile untuk dievaluasi bersama.
