PEMBINAAN MENTAL DAN HUJAN PANTUN DALAM ACARA PENGANTAR TUGAS MOCH. ARDANY CHABIB, S.H.
Samarinda | 25 Oktober 2021
Walaupun pagi ini Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda sedang Dinas Luar ke Pengadilan Agama Sangatta dan Wakil Ketua sedang cuti, namun kegiatan Apel dan pembinaan mental tetap dilaksanakan sebagai wujud komitmen bersama menjaga konsistensi WBK serta mewujudkan nilai-nilai utama Mahmakah Agung dan terus membangun komitmen menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, demikian Amanah Pembina Apel yang dalam hal ini disampaikan oleh Plh Ketua, yakni Bapak Drs. H. Ilham Mushaddaq, S.H., M.H.

Setelah apel dilanjutkan dengan pembinaan yang juga disampaikan oleh Drs. H. Ilham Mushaddaq, S.H., M.H. dalam pembinaannya beliau menyampaikan sebuah kisah bahwa pada suatu saat sebelum kegiatan taklim dimulai, Rasulullah SAW menyampaikan sebentar lagi akan datang ahli surga. Ternyata ada seorang yang tidak dikenal dengan muka yang masih basah (berkeringat), lalu disambut dengan dengan kalimat:
مرحبا يا اهل الجنة
Esok harinya juga demikian, pengajian terlambat dimulai dan kembali Rasulullah SAW menyampaikan hal yang sama sampai 3 kali berturut-turut, sehingga salah seorang sahabat yang bernama Abdullah Bin Amr penasaran sampai berpura-pura dalam rangka mencari ketenangan akibat tengkar dengan orang tuanya, dia minta izin untuk dapat menginap selama 3 malam, di rumah orang tersebut yang kemudian diketahui bernama Saad. Ternyata setelah tiga malam menginap tidak ada tanda-tanda keistimewaan yang ditemukan, akhirnya Abdullah Bin Amr pamit pulang dan meminta maaf karena terpaksa berdusta, karena ingin tahu amalan istimewa yang dilakukan, sehingga disebut sebagai ahli jannah oleh Rasulullah SAW.
Saad lalu bertanya apa yang anda lihat selama 3 malam, Abdullh Bin Amr menjawab bahwa ia tidak menemukan amalan istimewa apapun. Selanjutnya Saad bercerita bahwa Ada 3 perbuatan dia yang tidak diketahui oleh orang lain yaitu :
- Sebagai pedagang, dia tidak akan menjual kalau orang yang membeli dagangannya tidak mendapatkan untung. Implementasinya di kantor, berilah kesempatan kepada anak buah untuk berkarir dengan baik dan jangan serakah;
- Beliau pada malam hari, tidak akan membaringkan kepalanya ke bantal, sebelum bertafakkur memikirkan orang lain yang mendapat nikmat, sehingga diapun bersyukur atas nikmat tersebut;
- Beliau pada malam hari juga selalu berfikir, siapa yang telah berbuat dzalim kepadanya untuk dia maafkan;
Mendengar penjelasan tersebut Abdullah bin Amr pun takjub karena memang amalan tersebut sangat sulit dilakukan oleh orang kebanyakan.
Kesimpulannya: hati kita harus bersih, jangan hanya 5R secara fisik. Kalau 5 R dilakukan dengan hati yang bersih, maka kerja kita akan bernilai ibadah.


Masih di ruang Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, acara dilanjutkan dengan penyampaian beberapa hal berikut dari Sekretaris, H. Saifuddin, S.H., M.H.:
- Kegiatan pembinaan mental ini merupakan penguatan sistem yang dibangun untuk menjaga konsistensi WBK dan meraih predikat WBBM;
- Jam 10.00 WITA, Hari Rabu–Jumat tanggal 27-29 Oktober 2021 akan dilaksanakan Bimtek Kesekretariatan se-Wilayah Kaltimtara di Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda;
- Hari Kamis tanggal 28 Oktober 2021 ada rapat koordinasi dengan Ketua Pengadilan Agama se-wilayah Kaltimtara di Command Center;
- Seleksi PTWP akan dilaksanakan pada Hari Jumat dan Sabtu tanggal 29-30 Oktober 2021;
- Pada tanggal 5 Nopember 2021ada peringatan Maulid Nabi;
- Kita harus terus siaga karena tim penilai APM dari Badilag dan Mystery shopper bisa datang sewaktu-waktu.
Selanjutnya Plh Ketua, Drs. H. Ilham Mushaddaq, S.H., M.H. menyampaikan pengantar tugas dengan iringan doa semoga di tempat yang baru Moch. Ardany Chabib, S.H. dapat berkarir lebih baik dan lebih sukses lagi, aamiin.
Selanjutnya tidak mau kalah dengan Bapak Sekretaris, Bapak Plh Ketua juga memberikan hadiah pantun:
Pohon palem ada di simpang tiga
Jangan lupa bunganya tolong dibawa
Meskipun kita akan berpisah raga
Namaun tetaplah bersatu dalam jiwa
Orang kikir hidupnya akan susah
Hanya berfikir biar cepat Tajir
Jangan bersedih meski berpisah
Ukir presstasi dalam berkarir
Saat menyelam tanganku kaku
Luka tergores berwarna biru
Selamat jalan rekan kerjaku
Moga sukses di tempat baru
Jalan-jalan ke Bandung
pergi bersama dengan Rumaidi
Kita berdoa agar umur panjang
Supaya kita berjumpa lagi
Air bercucuran mengalir
Teduh sekali di ujung pohon
Sambutlah salam pesan terakhir
Kesalahan harap dimaafkan
MC pun menyampaikan pantun di akhir tugasnya:
Jangan tebang kayu yang basah
Buat masak tak akan beres
Selamat jalan selamat berpisah
Semoga semuanya semakin sukses
