PTA SAMARINDA GELAR KEGIATAN RUTIN APEL SENIN PAGI DAN PEMBINAAN MENTAL
Samarinda | 20 September 2021
Apel Senin pagi merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Agama Samarinda sebagai wujud peningkatan budaya kerja, perubahan mainsheet serta menanamkan kedisipilinan aparatur Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, pada apel kali ini senin 20 September bertindak sebagai Pembina apel adalah Drs. H. Marwan, MH. Dalam arahannya Drs. H. Marwan, MH. mengajak kepada seluruh jajaran Pengadilan Tinggi Agama Samarinda agar bekerja dilandasi dengan nilai ibadah untuk menghidupi keluarga, dan harapan untuk mendapatkan WBBM yang dikomandoi KPTA bisa terwujud serta menjadikan mawadah dan warohmah. Apel Senin pagi dibacakan 8 (delapan) nilai-nilai utama Mahkamah Agung yang dikuti oleh seluruh peserta apel. Dan diakhiri dengan pembacaan do’a.

Agenda rutin setelah apel pagi dilanjutkan dengan pembinaan mental yang diikuti oleh seluruh jajaran Pengadilan Tinggi Agama Samarinda bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Pemateri dalam penyampaian bimbingan mental kali ini adalah Drs. H. Marwan., M.H. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Tidak biasanya sebelumnya dalam pembinaan mental mengusung tema 8 nilai-nilai organisasi Mahkamah Agung, namun kali iniTema yang diusung adalah Implementasi Syukur.
Syukur merupakan bentuk keridhoan/pengakuan terhadap rahmad Allah dengan penuh kerendahan hati. Dengan mengutif Surah Ali-Imran : 91 dan Al-Maidah : 36, Marwan mengajak kepada seluruh jajaran pegawai Pengadilan Tinggi Agama Samarinda agar selalu menjalankan perintah pimpinan, jadikan kantor kita sebagai sawah atau ladang, rawat sawah atau ladang kita, ikuti instruksi pimpinan dan bekerja dengan ikhlas, dan cerdas sehingga kita dapat meraih WBBM.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Drs. H.M. Manshur, SH., MH. dalam arahannya menekankan bahwa manajemen perubahan dalam bentuk real yang dilaksanakan seperti do’a bersama, breafing dan apel pagi yang rutin dilaksanakan setiap senin dan Jum’at merupakan salah satu cerminan budaya kerja. Pembinaan mental merupakan salah satu cara mengubah pola fikir yang ditanamkan kepada kita bahwa bekerja adalah ibadah, dilaksanakan dengan tekun, berprestasi adalah indah untuk mewujudkan etos kerja dan budaya kerja kita yang tinggi.
Bimbingan mental kali ini diakhiri dengan penyampaian hasil pembinaan hakim pengawas daerah yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu yang disampaikan oleh Drs. Muhajir, SH., M.Hum. Pembina dan Pengawas daerah Pengadilan Agama Tenggarong.(Jen).
