BIMBINGAN TEKNIS KOMPETENSI TENAGA TEKNIS PERADILAN AGAMA BERBASIS ONLINE
Samarinda | 25 Agustus 2021
Pengadilan Tinggi Agama Samarinda tidak pernah menyurutkan langkah sedikit pun dalam upaya menuju WBBM dengan menjaga konsistensi WBK dan melakukan berbagai upaya peningkatan pada seluruh area perubahan. Pembinaan secara rutin selalu dilakukan, termasuk dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung maupun Direktorat Jenderal Peradilan Agama, Pengadilan Tinggi Agama Samarinda tidak pernah absen untuk selalu mengikuti kegiatan dengan baik.
Dalam sambutan pembukaannya, Bapak Dirjend Badilag, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pada tataran praktek, sita dan eksekusi ini banyak persoalan karena kelalaian dan keteledoran aparatur peradilan, sehingga masyarakat dirugikan, oleh karena itu dituntut Profesionalisme Aparatur Peradilan agar dapat memberikan layanan terbaik, memberikan keadilan dan kepastian hukum kepada para pencarikeadilan.

Pembinaan Teknis Kompetensi Tenaga Teknis berbasis online kali ini membahas tema “Permasalahan Sita dan Eksekusi” yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Drs. H. Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur Peradilan se-Indonesia baik melalui aplikasi Zoom Meeting maupun via Live Streaming Youtube. Di Pengadilan Tinggi Agama Samarinda sendiri, pembinaan ini diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, Panitera dan Panitera Pengganti di Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, menjaga jarak dan ruangan aula dibiarkan terbuka agar sirkulasi udara dapat berlangsung denganbaik.

Dalam pemaparannya, Pemateri menyampaikan materi yang tersusun dalam slide sejumlah 35 halaman secara singkat dan jelas, serta dipilih hal-hal yang dalam praktek sering terjadi hambatan dan permasalahan agar benar-benar mendapat perhatian. Selanjutnya dilakukan pemutaran video beberapa contoh kejadian dalam pelaksanaan seputar eksekusi yang dilakukan di beberapa Pengadilan.
Acara lebih ramai dalam sesi tanya jawab sita dan eksekusi, yang mana semua pertanyaan telah dijawab oleh Pemateri dengan baik. Sementara itu, pertanyaan via chat ada sebagin yang belum terjawab karena kendala waktu, sehingga diharapkan pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab secara tertulis.
Selanjutnya pada akhir sesi pembinaan, Bapak Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Bapak Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. menyampaikan bahwa persoalan yang muncul akan dijadikan bahan rapat pleno kamar. Diharapkan pula agar semua Peradilan lebih aktif dalam mempublikasikan berbagai kegiatan pada media sosial yang dimiliki oleh masing-masing satuan kerja.
