banner ptaa

 

Ditulis oleh Admin Kesekretariatan 1 on . Dilihat: 828

PTA SAMARINDA GELAR APEL PAGI DAN PEMBINAAN MENTAL

Samarinda  |  09/08/2021

Apel Pagi

Apel Pagi

PTA Samarinda gelar apel pagi yang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap senin. Bertindak sebagai Pembina apel adalah KPTA Samarinda (Drs. H.M. Manshur SH., MH.). Dalam sambutannya H.M. Manshur menegaskan bahwa apel pagi merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang harus diikuti oleh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, termasuk PPNPN, bahwa kegiatan ini dipantau oleh badilag melalui aplikasi ACO.

Pada pelaksanaan apel pagi dibacakan 8 (delapan) nilai-nilai organisasi Mahkamah Agung harus dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tupoksi sehari-hari ujar H.M. Manshur menutup sambutannya.

Pembinaan Mental

Pembinaan Mental

Pembinaan mental merupakan salah satu genda rutin yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Samarinda setiap senin setelah pelaksanaan apel pagi. Tema pembinaan mental kali ini adalah Kejujuran yang merupakan salah satu nilai utama organisasi Mahkamah Agung. Narasumber dalam penyampaian materi Kejujuran kali ini adalah Drs. Wahyudi, SH., MH. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Dalam penyampaian materinya, Wahyudi memaparkan, kejujuran adalah salah satu ajaran agama yang bersifat universal, karena semua ajaran agama mengajarkan nilai-nilai kejujuran. Semua orang memiliki sifat jujur atau kejujuran dan merupakan fitrah manusia yang mesti dijaga dan dirawat. Dalam membangun suatu komunitas termasuk lembaga Mahkamah Agung, kejujuran merupakan nilai yang sangat esensial, ujar Wahyudi dalam paparannya. Lembaga ini akan menjadi tegak dan bermartabat apabila di hati dan dada setiap aparatnya bersemayam salah satu nilai organisasi Mahkamah Agung, yaitu Kejujuran.

Mengutip QS. At-Taubah:119 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” Wahyudi menjelaskan bahwa secara tidak langsung, kejujuran adalah indikator keimanan atau ketaqwaan seseorang. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka mendekatlah kepada orang jujur.

Secara global, Al-Qur’an membagi kebohongan menjadi 2, yaitu, kebohongan yang nyata adalah apabila yang dikerjakan tidak sesuai dengan ucapan dan kebohongan mencampuradukan kebenaran dengan kebatilan dan tidak menyembunyikan kebenaran sedang ia mengetahui. Hikmah yang dapat diperoleh dari sikap jujur yaitu, kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan surga, kejujuran memberikan ketenangan dan dusta membawa kegelisahan serta kejujuran menuai berbagai keberkahan. Dalam karakter nilai kejujuran ini, mari kita tingkatkan kinerja dengan sebaik-baiknya meskipun tanpa pengawasan oleh pihak internal atau eksternal tetapi yakin ada pihak yang selalu mengawasi segala gerak gerik kita termasuk CCTV Ghaib yang selalu menyertai kita kemanapun dan dimanapun sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT. QS. Al-Infithar 11 dan 12 “Kiraaman kaatibiin ya’lamuu maa taf’aluun” ujar Wahyudi menutup pemaparannya.(jen).

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

icons8 facebook old 48icons8 instagram 4817ddc545046b212d9ecc8eef83569222b removebg preview5323926icons8 whatsapp 48twitter x logo png seeklogo 492396