INTEGRITAS ADALAH MODAL UTAMA MENJAGA KONSISTENSI WBK (WILAYAH BEBAS dari KORUPSI) MENUJU WBBM (WILAYAH BIROKRASI BERSIH dan MELAYANI)
Samarinda | 02/08/2021
Pengadilan Tinggi Agama Samarinda semakin gencar memantapkan langkah menuju WBBM diantaranya dengan menjaga konsistensi WBK dan melakukan berbagai upaya peningkatan pada seluruh area perubahan, Pembinaan secara rutin juga makin digelorakan yang kali ini melanjutkan materi 8 nilai utama Mahkamah Agung RI. Pembinaan disampaikan oleh Hakim Tinggi yang paling senior yaitu: Drs. H. Ilham Mushaddaq, S.H.,M.H.. Bertempat di Command Center, sebagian mengikuti pembinaan secara luring dan Sebagian besar mengikuti secara virtual mengingat masih ada pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19;

Makna Integritas adalah bertindak secara konsisten antara perkataan dengan perbuatan, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut. Kunci utama untuk berintegritas adalah “HATI”, jika hati seseorang itu baik, maka bisa dipastikan prilakunya akan baik.Lebih lanjut pemateri menyampaikan ada 5 karakter untuk terciptanya Integritas yang tinggi, yaitu:
- Ramah terhadap orang lain
- Saling menghormati
- Jujur
- Bekerja keras
- Bertanggung jawab
Selanjutnya pemateri menyitir berbagai dasar pijakan dari Al-Qur’an dan Hadits. Diantaranya Surat Ali-Imran ayat 159 (sikap ramah), Surat A-Muddasir ayat 38 (tanggung -jawab) dan hadits:
Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
Artinya :
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Dari Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda:
(عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسل
Artinya:
"Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa kepada Surga"

Usai pembinaan mental, dilanjutkan dengan pengarahan dari Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Lebih lanjut Bapak Ketua menyampaikan bahwa Integritas merupakan modal yang tertanam dalam jiwa kita dan diimplemetasikan dalam perbuatan kita. Integritas itu adalah pendirian yang teguh, patuh, konsisten dan tidak tergoyahkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan komitmen dan berbagai ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya Bapak Ketua menyampaikan berbagai upaya peningkatan dalam peningkatan kualitas layanan baik dengan Inovasi yang berbasis elektronik maupun Inovasi berbasis kebijakan secara terus menerus dan konsisten, sehingga nampak Before dan after dari WBK menuju WBBM. Upaya peningkatan laporan kinerja individu, sebelumnya (saat WBK) hanya pegawai yang menggunakan e-llk ( Elekrotik Lembar Laporan Kerja), maka saat ini (WBBM) selain pegawai , para hakim juga menggunakan E-llk, sehingga kinerja individu para hakim semakin mudah dievaluasi.
Hari ini, jam 09.00 akan ada pertemuan seluruh admin dari Pengadilan Agama se–wilayah Pengadilan Tinggi Agama Samarinda dalam rangka koordinasi pelaksanaan peningkatan dan pengembangan Inovasi aplikasi SIPESUT, yang sebelumnya berupa pengiriman petikan putusan secara manual, maka saat ini Pengadilan Agama hanya menyerahkan User dan Pasword ke Disdukcapil dan KUA serta implementasi aplikasi SIADPADU. Penambahan sejumlah baner segera dilengkapi untuk mewujudkan semangat perubahan menuju WBBM serta merawat semua yang menjadi komitmen dalam menjaga kebersihan dan keindahan kantor.
Pada akhir sesi Bapak Ketua kembali berpesan agar tetap menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dan tetap berdoa semoga yang sakit segera sehat kembali dan yang sehat tetap terjaga kesehatannya, Aamiin. Selanjutnya Bapak Ketua menyampaikan himbauan agar semua hakim dan pegawai diharapkan mengikuti Webinar yang dilaksanakan oleh IKAHI mengenai Isoman (Isolasi Mandiri) karena saat ini ilmu tersebut sangat diperlukan.
