Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

features Beranda

 
Print

SAMBUT PEMANTAPAN KINERJA

PENGADILAN TINGGI AGAMA SAMARINDA TAHUN 2018

 

Samarinda |www.pta-samarinda.go.id [02/01/2018]

Tahun 2018 diawali dengan rapat koordinasi seluruh jajaran Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Di awal masuk kerja pada tahun 2018, yaitu pada Selasa tanggal 2 Januari 2018, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Dr. H. Bunyamin Alamsyah, S.H., M.Hum. memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh jajaran baik itu para Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsiona dan Karyawan/Karyawati di Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda sejak pukul 09.00 – 12.00 WITA.

Pergantian tahun harus dimaknai dengan secara lahir bahwa umur kita bertambah panjang dan jatah hidup berkurang dan juga harus dimaknai dengan muhasabah (evaluasi). Dalam rapat koordinasi tersebut Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda menyampaikan beberapa harapan untuk menghadapi tahun 2018 diantaranya :

  1. Kita teruskan program yang tahun 2017 yang belum terealisasi, dan dikerjakan tahun 2018 baik itu Kepaniteraan, Kesekretariatan dan lain-lain.
  2. Tingkatkan semangat kerja untuk mencapai hasil maksimal dalam pelayanan hukum bagi masyarakat pencari keadilan.
  3. Tingkatkan implementasi Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7, 8, dan 9 Tahun 2016 dan Maklumat Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan.
  4. Untuk melanjutkan program sertifikasi perlu dipersiapkan bagi 7 Pengadilan Agama, yaitu PA. Tanah Grogot, PA. Tanjung Redeb, PA. Tanjung Selor, PA. Tarakan, PA. Bontang, PA. Sangatta dan PA Nunukan sehingga menghasilkan nilai maksimal.
  5. Sosialisasi SIPP 3.2.0 terus dimantapkan oleh Tim IT Pengadilan Tinggi Agama Samarinda
  6. Tahun 2018 kita perlu bermuhasabah (mengevaluasi) agar tahun 2018 kinerja kita lebih mantap untuk terwujudnya Badan Peradilan yang Agung dengan memantapkan metode :
  1. Tahabbub (saling mengasihi);
  2. Ta’awun (saling tolong-menolong);
  3. Tasyawur (saling bermusyawarah);
  4. Ta’affuf (saling memaafkan).