Pembinaan Mental: Perlakuan yang Sama di Hadapan Hukum [13/09/2021]

banner ptaa

 

Written by Admin Kesekretariatan 1 on . Hits: 23

PEMBINAAN MENTAL DENGAN TEMA: PERLAKUAN YANG SAMA DI HADAPAN HUKUM

Samarinda | 13 September 2021

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda terus memantapkan langkah menuju WBBM dengan menjaga konsistensi WBK dan melakukan berbagai upaya peningkatan pada seluruh area perubahan, Pada setiap hari Senin setelah Apel pagi dilangsungkan pembinaan secara rutin yang kali ini melanjutkan materi 8 nilai utama Mahkamah Agung RI. Pembinaan disampaikan oleh: Drs. H. Shonhaji, M.H. di Aula dengan materi “Perlakuan Yang Sama Di Hadapan Hukum” dan dilaksanakan dengan mematuhi protokol Kesehatan yakni mengenakan masker, menjaga jarak dan ruangan aula dibiarkan terbuka agar sirkulasi udara dapat berlangsung dengan baik.

3 13092021 Bintal

Intisari pembinaan hari ini antara lain: 8 (delapan) nilai utama Mahkamah Agung dapat dilaksanakan dengan satu kunci yaitu “Ikhlas”. Dalam Kitab “Idlotun Nasihin” disebutkan :

العمل جسم روحه الاخلاص ان الجسم متي فارقته روحه التي بها قوامه كان جثة هامدة لا حراك فيها ولا فائدة ترجي منها فكذالك العمل اذا زايله الاخلاص

Amal itu laksana tubuh, ruhnya adalah ikhlas. Sesungguhnya tubuh itu bila ditinggalkan oleh ruhnya, laksana bangkai, tidak bisa bergerak dan tidak ada faidah yang dapat diambil dari padanya. Begitu juga amal perbuatan manusia bila tidak disertai dengan keikhlasan.

Berkaitan dengan ini, yang namanya Equality Before The Law itu harus dikedepankan dalam negara hukum. Tidak mungkin negara hukum itu dapat terwujud tanpa asas tersebut dan negara kita adalah negara hukum (vide ps 27 UUDN RI tahun 1945). Equality Before The Law ini sama dengan keadilan yang meliputi adil terhadap diri sendiri, adil kepada orang lain dan adil terhadap Tuhan.

Sejak Zaman Rosululloh SAW telah ditegakkan Equality Before The Law. Hal ini tergambar dalam Hadits Rosululloh SAW yang artinya:

Dari 'Aisyah Radiaullohu anha, bahwa orang-orang Quraisy merasa kebingungan dengan masalah seorang wanita Makhzumiyah yang ketahuan mencuri, lalu mereka berkata, "Siapakah yang kiranya berani membicarakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Maka mereka mengusulkan, "Tidak ada yang berani melakukan hal ini kecuali Usamah, seorang yang dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Sesaat kemudian, Usamah mengadukan hal itu kepada beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kamu hendak memberi Syafa'at (keringanan) dalam hukum dari hukum-hukum Allah?" Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah, sabdanya: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah, ketika orang-orang terpandang mereka mencuri, mereka membiarkannya (tidak menghukum), sementara jika orang-orang yang rendahan dari mereka mencuri mereka menegakkan hukuman had. Demi Allah, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh aku sendiri yang akan memotong tangannya." Dan dalam hadits Ibnu Rumh disebutkan, "Bahwasanya yang menyebabkan kebinasaan orang-orang sebelum kalian.

Rosululloh dalam hadits tersebut dengan jelas menegaskan seandainya putri baginda Rosululllah SAW sendiri yang melakukan pencurian , maka Rosululooh sendiri yang akan memotong tangannya. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain sebagai warga Peradilan Agama kita harus benar-benar menerapkan nilai utama ini, apalagi sebagai warga Pengadilan Tinggi Agama Samarinda yang saat ini sedang berjuang menjaga konsistensi WBK menuju WBBM.

2 13092021 Bintal

Acara dilanjutkan arahan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda mengenai hal-hal berikut:

  • Persiapan penilaian APM telah dibagi tugas masing-masing area dan semua eviden diinput dalam aplikasi PMAPM;
  • Pengawasan daerah yang telah dilakukan, nanti akan dijadwalkan ekspose masing-masing tim yang seharusnya dimulai hari ini, namun karena hari ini masih ada pelatihan service excellent dari BSI, maka ekspose akan dijadwalkan kembali;
  • Setelah pengawasan daerah, pengawasan bidang untuk semester II dilaksanakan pada bulan Oktober dan Nopember;
  • Mengingatkan agar beberapa item anggaran yang belum direalisasikan segera direalisasikan.

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

icons8 facebook old 48icons8 instagram 48icons8 youtube squared 48icons8 address 48icons8 whatsapp 48icons8 twitter 48