Berbagai Permasalahan Praktik Eksekusi di Pengadilan [10/09/2021]

banner ptaa

 

Written by Admin Kesekretariatan 1 on . Hits: 28

BERBAGAI PERMASALAHAN PRAKTIK EKSEKUSI DI PENGADILAN

Pada hari Jumat, tanggal 10 September 2021 di ruang Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Ketua, Wakil Ketua, Para Hakim Tinggi, Panitera, Para Panitera Muda dan Panitera Pengganti mengikuti Pembinaan Teknis Yustisial dengan tema “Berbagai Permasalahan Praktik Eksekusi Di Pengadilan” yang disampaikan oleh Ketua Kamar Agama Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.H., M.M. yang disampaikan secara virtual.

3 10092021 Bimtek

Acara dibuka oleh Bapak Dirjend Badilag, dalam sambutannya Bapak Dirjend Badilag Dr. Drs .Aco Nur, S.H., M.H. menyampaikan hingga saat ini masih ada 610 permohonan eksekusi yang tertunda / belum dapat dialksanakan. Putusan adalah mahkota hakim, sedangkan eksekusi adalah mahkota peradilan. Terhambatnya pelaksanaan eksekusi akan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Lembaga Peradilan. Oleh karena itu bila terjadi kendala, carilah upaya yang kreatif dan inovatif untuk mencari solusinya, namun jangan melanggar hukum acara.

Dalam penyampaian materi kali ini Bapak Ketua Kamar Agama menyampaikan bahwa materi pembinaan lebih fokus pada permasalahan-permasalahan eksekusi di lapangan. Jangan mudah menyatakan putusan non executable, apabila amar putusan tidak jelas, maka lakukan terlebih dahulu beberapa langkah berikut:

  1. Eksekusi harus merujuk amar tersebut ke dalam pertimbangan putusan
  2. Bila ukuran dan batas tidak jelas, lakukan pemeriksaan setempat sebelum eksekusi dilakukan
  3. Menanyakan pendapat majelis yang memutus perkara

Kalau langkah-langkah tersebut tidak berhasil menemukan kejelasan, maka bisa dinyatakan non executable.

Pada prisipnya Ketua Kamar Agama berpesan, jangan mudah menyatakan “non executable”.

6 10092021 Bimtek

Diantara Langkah-langkah mengatasi hambatan dalam pelaksanaan ekskusi antara lain:

  1. Adanya transparansi biaya eksekusi: Biaya aanmaning, keamanan, iklan dan biaya alat-alat berat yang seragam;
  2. Adanya tindakan yang cepat, tegas dan profesional dari Ketua PA dalam setiap tahap proses eksekusi seperti: masa teguran, mengeluarkan surat perintah menjalankan eksekusi baik eksekusi riil maupun eksekusi pembayaran sejumlah uang;
  3. Perlu adanya aturan yang memberi kenyamanan bagi aparat Pengadilan Agama seperti sanksi contempt of court.  

Setelah dilakukan pemaparan mengenai berbagai problem eksekusi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai problem eksekusi pada Pengadilan Agama di seluruh wilayah Republik Indonesia. Banyak sekali pernak-pernik permasalahan eksekusi di lapangan, karena itu Ketua Pengadilan Agama harus piawai dan semua tenaga teknis yudisial yang terkait harus banyak membaca buku, demikian pesan dari Bapak Ketua Kamar Agama, selanjutnya Bapak Dirbinganis selaku moderator mengharapkan agar Aparatur Pengadilan Agama yang berhasil melaksanakan eksekusi dapat berbagi pengalamannya dan dikirim ke Badilag agar bisa jadi inspirasi dan ditiru oleh yang lain.

Selanjutnya Bapak Dirjend menyampaikan bahwa Minggu depan pembinaan teknis akan disampaikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial dengan tema yang akan ditentukan kemudian.

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

icons8 facebook old 48icons8 instagram 48icons8 youtube squared 48icons8 address 48icons8 whatsapp 48icons8 twitter 48