Implementasi Panggilan Dan Pemberitahuan Secara Elektronik (E-Summons) Pada Pengadilan Agama [Nor Hasanuddin]

banner ptaa

 

on . Hits: 180

IMPLEMENTASI PANGGILAN DAN PEMBERITAHUAN SECARA ELEKTRONIK (E-SUMMONS)

PADA PENGADILAN AGAMA

 

oleh : Nor Hasanuddin, Lc., M.A.

(Hakim pada Pengadilan Agama Penajam)

 

Dalam rangka memberikan pelayanan yang cepat, sederhana dan biaya ringan, Mahkamah Agung RI membuat lompatan besar dalam rangka pembaruan administrasi dan persidangan di pengadilan. Lompatan besar yang dilakukan Mahkamah Agung RI adalah pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola administrasi dan persidangan secara elektronik. Dalam usahanya mewujudkan lompatan besar tersebut, Mahkmah Agung RI menerbitkan dua peraturan; pertama, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik; kedua, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.

Melalui kedua peraturan tersebut, Mahkamah Agung RI mendirikan semacam ‘rumah besar’ yang disebut dengan ‘e-Court’ yang di dalamnya terdiri dari empat cluster, yaitu; pertama e-filing (pendaftaran perkara secara elektronik); kedua, e-payment (pembayaran perkara secara elektronik); ketiga, e-summons (panggilan sidang secara elektronik); keempat, e-litigation (persidangan secara elektronik). Secara sederhana, Perma Nomor 3 Tahun 2018 memberikan pelayanan administrasi secara elektronik untuk tiga cluster, yaitu; pertama efiling (pendaftaran perkara secara elektronik); kedua, e-payment (pembayaran perkara secara elektronik); ketiga, e-summons (panggilan sidang secara elektronik). Sedangkan Perma Nomor 1 Tahun 2019 menambahkan satu lagi cluster pemanfaatan teknologi informasi di dunia peradilan, yaitu e-litigation (persidangan secara elektronik). Perma Nomor 1 Tahun 2019 ini pada dasarnya melengkapi ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam Perma Nomor 3 Tahun 2018 dan dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan berlaku di dalam ketentuan Perma Nomor 1 Tahun 2019.

Penerapan e-Court yang di dalamnya memuat 4 cluster tersebut tidak lain tujuannya adalah memanfaatkan teknologi informasi di pengadilan. Menurut Pudjoharsoyo (2019: 4), ada empat manfaat teknologi bagi pengadilan, yaitu; pertama, menghilangkan proses-proses yang tidak penting (elimintating); kedua, penyederhanaan proses-proses yang ada (simplifying); ketiga, penggabungan proses-proses ke dalam sebuah alur proses (integrating); dan keempat, perubahan proses manual menjadi otomatis dengan memanfaatkan komputer (automating).  Nah, salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi yang diterapkan di pengadilan melalui e-Court saat ini adalah panggilan dan pemberitahuan dilakukan secara elektronik (e-summons). Sebagai salah satu bagian dari cluster e-Court, panggilan dan pemberitahuan secara elektronik diharapkan mampu mewujudkan keempat manfaat teknologi informasi bagi pengadilan, di samping sebagai bentuk nyata implementasi terhadap asas sederhana, cepat dan biaya ringan yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat pencari keadilan.

 Selengkapnya KLIK DI SINI

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

maps1 Lokasi Kantor